Jumat, 19 September 2014

Bismillah, Saya Mencintaimu

Pukul tiga pagi, sajadah panjang itu telah tergelar rapih di salah satu ruangan sebuah rumah. Terlihat seseorang sedang bersujud lama sebelum duduk tahiyat akhir dan diikuti salam. Matanya teduh, terlihat kesholehan dari wajah tampan itu. Usai shalat ia berdoa, menegadahkan kedua tangannya ke langit. Meski tanpa bicara, wajah terlihat bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesekali air mata mengalir lembut di pipinya. Berharap dosanya diampuni, hajatnya dipenuhi oleh Illahi Rabbi.

Namanya Ridwan. Ia seorang lelaki sederhana yang memiliki kemauan tinggi untuk sukses dan membuat keluarganya bahagia. Kerja keras yang ia lakukan dari pagi hingga malam ia sisihkan untuk niatnya meng-hajikan ibu bapak yang sudah cukup tua. Mimpi besar yang perlahan sedang ia wujudkan. Meski usianya baru menginjak 22, Ridwan sudah memiliki keinginan untuk menikah. Dengan satu alasan sederhana, ia ingin mencintai gadis pujaannya dengan halal.

Malam itu, ia sudah tak mampu lagi menahan perasaannya pada Aisha, seorang perempuan yang kini tengah dekat dengannya. Meski belum tahu pasti, Ridwan begitu yakin Aisha memiliki perasaan yang sama. Hal itu ia rasakan dari setiap tutur kata dan perhatian Aisha kepadanya. Ia pun tak ingin membuat Aisha meragu karena dibuat menunggu terlalu lama. Ia tahu jodoh ada di tangan Allah dan ia tak dapat memastikan apakah Aisha benar jodohnya atau bukan. Tapi bukankah manusia harus berusaha sebelum takdir yang bicara? Dengan segenap hati Ridwan pun mengungkapkan isi hatinya.

"Assalamualaikum, Aisha. Aku tak tahu harus memulai darimana, bibirku rasanya kaku ingin mengatakan ini padamu. Tapi aku harus mengatakannya, aku tak ingin membiarkanmu menunggu lama. Dengan bismillah, saya ingin katakan bahwa saya menyukaimu. Saya ingin lebih dekat mengenalmu dengan cara yang baik. InshaAllah jika Allah berkehendak dan kita telah sama-sama siap, saya ingin menjadikanmu pendamping hidup saya. Karena saya ingin mencintaimu dengan halal. Maukah kamu menerima saya sebagai yang dekat di hatimu? Ridwan."

Tutur kata santun yang diucapkan Ridwan membuat hati Aisha begitu luluh. "Waalaikumsalam Ridwan. Saya begitu tersentuh dengan pengakuanmu. Terima kasih karena tidak membuat saya lebih lama menunggu. Karena sejujurnya saya pun memiliki perasaan yang sama sepertimu. Dengan bismillah, Ya, saya mau. Semoga Allah membimbing langkah kita berdua hingga sampai pada tujuan mulia. Aisha."


-Saidahumaira-


Doddy R
*******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar