Sabtu, 23 Agustus 2014

Nasi Padang dan Kisah didalamnya

Siapa yang gak kenal rendang? Ayam pop? Dendeng batokok? Makanan khas dari ranah minang ini terkenal di Indonesia. Bahkan ada yang menyatakan Rendang Makanan Terlezat Nomor 1 di Dunia. Fantastis.

Semuanya makanan itu dapat anda di Rumah Makan Padang,disana anda akan melihat sajian makanan yang dipajang dietalase secara bertingkat-tingkat. Agak mengerikan kalau sampai jatuh.

Oh itu belum seberapa, disana anda juga melihat pelayannya yang begitu cekatan membawa piring piring di tangan sampai dengan bahu. Entah itu keahlian yang bisa dipelajari atau bakat dari lahir, hehehee. Salut buat Uda dan Uni!

Tapi yang belum pernah saya lihat adalah pelayan di rumah makan padang itu belum ada membawa gelas-gelas sampai ke bahu. Mungkin karena penampang luasnya lebih kecil ya. :)
Kalau anda sedang masa diet, sebaiknya anda jangan sesekali masuk rumah makan padang. Karena disini hampir semua masakan mengandung lemak. Diolah dengan santan dan rempah rempah. Rasanya luar biasa gurih. Favorit saya biasanya Dendeng Batokok. Dendeng batokok terbuat Daging sapi yang digeprek( tokok) sampai pipih, kemudian dipanggang dan disajikan dengan sambal pedas. Ini nih penampakannya.
Kalau bahasa inggrisnya, Plate Steak with Spicy sauce.


Hidangan kedua yang saya suka adalah Ayam Pop. Ayam pop ini saya pilih karena hanya menyajikan daging ayam dan tulang tapi tanpa kulit. Rasanya gurih dan teksturnya lembut.
Perlu diketahui, di kulit ayam itu banyak mengandung lemak. Jadi jangan terlalu banyak mengonsumsi, nanti kolestorel anda naik.

Oh iya, nasi padang ini mulai sering saya konsumsi saat saya dinas di sumatera tahun 2012 sampai sekarang. Karena disini juga lebih banyak rumah makan padang daripada warteg.
Pengalaman pertama kali saya saat ke rumah makan padang adalah saat SMA. Waktu itu sahabat saya (www.prahasta.com) mengajak makan dalam rangka merayakan ulang tahunnya. Pada saat itu saya dalam kondisi kurang sehat, perut saya mual, tapi saya tetap ikut saja. 

Sampai disana saya pun terheran-heran kenapa pelayannya membawa semua makanan ke meja kami, toh belum tentu kami memakannya. Atau dibenak saya malah terpikirkan apa kami harus menghabiskan semuanya? Selidik punya selidik, sistem makan di rumah makan padang memang seperti itu, semua disajikan tapi hanya dihitung makanan yang kita ambil saja.

Tips: Kalau ambil makanan yang bukan hitungan satuan, sebaiknya sekalian habiskan jangan ambil sedikit sedikit. Karena tetap dihitung satu porsi.

Terima kasih www.prahasta.com mengenalkan saya Sistem Makan di Rumah Makan Padang.

"Tambo ciek uda!"

2 komentar: