Pagi itu suasana sidang cukup ramai, sidang penentuan vonis hukuman si Bukan Maling Biasa.
Si maling duduk didepan penegak hukum dengan tenang. Sesekali menunduk, mungkin berpura-pura menyesal. Pakaiannya dan penampilannya begitu rapi tidak menunjukkan dia seorang maling. Ya memang dia bukan maling biasa.
Tetapi sama kejinya. Maling istimewa ini sama halnya dengan maling biasa, maling ayam, maling jemuran. Para penegak hukum membacakan vonis hukuman, Si Maling istimewa mulai komat kamit mulutnya, mungkin pura-pura berdoa. Sekejap ia mendadak alim, lupa kalau dirinya dulunya lalim.