Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2014

Bukan Maling Biasa

Pagi itu suasana sidang cukup ramai, sidang penentuan vonis hukuman si Bukan Maling Biasa.

Si maling duduk didepan penegak hukum dengan tenang. Sesekali menunduk, mungkin berpura-pura menyesal. Pakaiannya dan penampilannya begitu rapi tidak menunjukkan dia seorang maling. Ya memang dia bukan maling biasa.

Tetapi sama kejinya. Maling istimewa ini sama halnya dengan maling biasa, maling ayam, maling jemuran. Para penegak hukum membacakan vonis hukuman, Si Maling istimewa mulai komat kamit mulutnya, mungkin pura-pura berdoa. Sekejap ia mendadak alim, lupa kalau dirinya dulunya lalim.

Kuasa Tertinggi

Kubu merah itu bersorak gembira atas kemenangannya. Mata-mata itu terlihat berbinar, saling tatap penuh arti. Jabat tangan erat, pelukan hangat akrab dijumpai dalam kubu merah yang terpilih menduduki jabatan tertinggi. Berbeda suasana dari lawan politiknya. Kubu garuda terlihat sangat kecewa, senyum itu tak terlihat bahagia. Kekalahannya tak pelak membuat gurat-gurat duka pada kebersamaan mereka. Dengan berat hati mereka terpaksa mengakui dan memberi selamat pada kubu merah yang kini tersenyum sumringah.

Pesta demokrasi negeri ini tak pernah lepas dari kontroversi. Demi meraih jabatan tertinggi beberapa oknum tega mengelabuhi dan mencurangi. Kini seolah tak ada lagi kejujuran, semua tak lagi dari hati. Demokrasi kehilangan arti, karena uang lebih berarti.