Bunga Mekar Kemarau
Abu abu menyelimut pandang
Asap sudah jadi paru-paru
Hujan tak pernah singgah
Tetap tumbuh bunga bunga
Bermekar saat kemarau
Kuat kuat kuat lah
Kita seperti bunga
Paru paru dunia katanya
Tapi dunianya dirusak
El nino tak bisa ditawar
Begitu juga hukum
Seharusnya
Sampai kapan?
Sampai kapan?
Sampai kapan?
Kita memilih
Menjadi
Pemaklum
Pemaaf
Amarah sudah habis di dada
Air sudah habis di mata
Yang tersisa tinggal doa
Selamat selamat selamat lah
Semua yang kita cinta
Yang kita benci
Jangan
(DR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar