Minggu, 22 Maret 2015

Tiga Cara Mencinta

Tiga Cara Mencinta

Penulis               : Irene Dyah
ISBN                   : 6020306062
Tanggal Terbit  : 23 Juni 2014
Bahasa.              : Indonesia
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Halaman             :  186 + x (BW)
 

Novel metropop karya Irene Dyah ini bercerita tentang bagaimana kehidupan tiga perempuan masa kini yang memiliki pemahaman berbeda-beda  tentang cinta melebur menjadi satu persahabatan lintas budaya. Aliyah, Miyu dan Ajeng ketiga tokoh utama yang mewarnai kisah dari awal sampai akhir halaman buku ini.

Ajeng digambarkan ceria, ceplas-ceplos dan mudah menaik perhatian kaum lelaki digambarkan sebagai sosialita kelas atas yang bekerja di perusahaan marketing bussiness. Dibalik pembawaan dirinya yang tampak menggoda kaum lelaki, tersimpan sebuah pandangan dalam menilai seorang laki-laki. Ia tidak mudah jatuh hati, trauma dengan kejadian ayah yang meninggalkan ibunya membuat Ajeng menilai laki-laki itu ‘jahat' hingga ia tak ingin mudah jatuh hati.

Miyu, gadis jepang yang tinggal di Indonesia tepatnya daerah Solo adalah sosok santun dan teduh. Ia tinggal di Indonesia untuk mempelajari tarian daerah. Walau sebagai seorang penari  profesional, Miyu tak begitu ahli menyimpan perasaannya pada pemuda yang selalu hadir saat pertunjukkannya, Scott. Ritme jantungnya menjadi tak beraturan ketika tatapan Scott menuju matanya.

Aliyah, seorang wanita karir beranak satu merasa dirinya terjebak dalam kehidupan rumah tangganya yang dingin. Takuma, suaminya adalah pria jepang mualaf yang terlalu ‘giat' bekerja hingga lupa keluarga. Sehingga Aliyah mencari bentuk cinta sejati yang diinginkannya.

Bersetting di 3 negara berbeda yakni Jepang-Thaliand-Indonesia membuat cerita ini mengajak kita berkeliling benua Asia dengan berbagai keragaman kultur. Sebuah festival Loy Krathongtahunan mempertemukan mereka bertiga di Thailand. Dan pada saat itulah mereka mengikrarkan diri untuk menjadi sahabat.

Buku ini mengedepankan konflik percintaan yang lebih dewasa. Tentang rumah tangga, lebih tepatnya menonjolkan bahtera rumah tangga Aliyah. Aliyah merasa tak mendapatkan cinta yang ia inginkan dari sosok suaminya, Takuma. Sehingga terbelenggu dalam sebuah perselingkuhan bersama rekan kerjanya, Je seorang pemuda berkebangsaan Jerman.

Penasaran bagaimana Aliyah menghadapi semua gelombang bahtera rumah tangganya? Apakah Aliyah berhasil mendapatkan perhatian sang suami kembali atau malah berakhir selamanya? Selengkapnya akan kalian temukan di buku Tiga Cara Mencinta.

Rabu, 18 Maret 2015

Kopi dari Langit

Bibir mengecap kelu
Merindu butiran serbuk hitam

Tangan ku merentang bermunajat
Semacam memanggil hujan tapi bukan
Menengadah dengan setangkup cangkir putih
Berharap kopi jatuh dari langit

Hingga aku jatuh tenggelam di dalamnya
Terhanyut dalm buai kafein dan sugesti
Aku terjaga
Mencinta
Kemudian sirna

Mengampas di kaki-kaki bumi
Di tangan ku ada secangkir kopi dingin
Langit sedang berbaik hati
Terima kasih

Kusesap perlahan nikmat
Membasahi langit-langit mulut
Dan kata hati ku tersadar

Nikmat apa lagi yang kudustakan selama ini?

~Doddy R
Menjelang senja
Di sebuah kamar mess

Kamis, 12 Maret 2015

Kamu, Sang Kryptonite

Aku memang bukan superman
Kuat dan terbang kemanapun dia suka
Jiwa ku rapuh, sesekali raga ikut lara

Aku memang bukan superman
Menyelamatkan orang-orang begitu mudah
Menyelamatkan perasaan sendiri pun tertatih kalah

Aku memang bukan superman
Menatap bongkahan baja terburai pecah
Sedang menatap matamu aku lemah

Aku memang bukan superman
Menyimpan rahasia besar dibalik baju
Sedang diriku, tak mampu menyimpan rasa jujur tentang kamu

Kamu, Sang Kryptonite kebalikan
Yang melumpuhkan perasaan saat berjauhan
Kelak menguatkan jiwa dalam sebuah ikatan

~Doddy R

Jambi, 12 Maret 2015

Genderuwo Untold

Malam semakin pekat, satu demi satu para pelayat meninggalkan rumah di ujung desa itu.  Hanya tinggal istri dan jasad yang membujur kaku di depannya. 

Uwo, adalah seorang pemabuk berat, sebelum malam itu  ia sedang berpesta pora menenggak miras oplosan.  Dan akhirnya mati dalam keadaan overdosis. Pesan terakhir yang ia sampaikan dalam kondisi setengah sadar saat itu adalah "Aku akan mencari seorang gadis"

Sang istri yang ditinggal itu begitu terpukul. Bukan karena kematian suaminya, tapi karena pesan terakhir suaminya itu. Enak aja mau nyari perempuan lain, katanya.

Karena merasa sangat terpukul, dia tak sadar ada truk yang melintas ketika dia keluar dari kompleks makam. Brakk, perempuan itu tewas seketika. Ketika bangun, orang-orang memanggilnya kunti.

Uwo yang mati penasaran, berusaha mewujudkan pesan terakhirnya.  Ia gentayangan ke desa-desa, mengganggui dan menculik anak gadis satu persatu.  Orang-orang memanggilnya Genderuwo. 

Setiap Genderuwo beraksi, sang Istri selalu mengikuti.  Terkadang ketawa cekikian di atas pohon pabila suaminya gagal mendapatkan gadis.

Terkadang si Kunti menangis sekencang-kencangnya kalau sang suami berhasil membawa gadis kemudian melenggang sombong di depan kunti.

Tangisan kunti membuat orang-orang bergidik mendengarnya, semacam ada kepiluan yang mendalam.

Sementara itu, genderuwo berjalan ke rumah sakit. Di tengah jalan dia bertemu pocong bernama Charles. Misi mereka sama. Mencari seorang gadis.

"Lo siapa?" tanya uwo.

"Gue Charles."

"Wah, bule kok jadi pocong? Biasanya kan jadi vampir?"

"Gue meninggal di Indonesia soalnya. Kalo gue mati di barat sana, gue pasti direkrut jadi vampir."

"Maaf ya. Memang begini Indonesia. Tapi cintailah ia."

Berjalanlah mereka menuju rumah sakit. Konon di sana banyak gadis.

Sementara kunti mengikuti mereka secara sembunyi sembunyi. Sesekali kali dia terisak. "Kenapa si uwo jadi punya partner gini?" Katanya. Kunti kembali mengendap ngendap. Tiba-tiba kakinya tertusuk jarum suntik. AWW!! Kunti semakin terisak. "Masa kunti kudu pake high heels." keluhnya.

Kunti melepas high heels nya, kemudian terbang bertelanjang kaki.  Satu-satunya cara melawan Uwo dan Ocong adalah mencari partner.

Di rumah sakit, tak sengaja Kunti menabrak sesuatu yang menghalangi terbangnya.  Didapatinya sesosok perempuan berpakaian putih, sambil membawa gayung dan shampo. 

"Aduh maaf" ujar Kunti

"Makanya kalau terbang hati-hati dong, liat liat.  Jangan cuma ketawa ketiwi, ini bukan rumah sakit jiwa" kesal Perempuan itu

"Btw, nama kamu diapa? " tanya Kunti

"Nama ku Suster Keramas"

Oooo.. Kunti meng-ooo panjang, pantesan kemana-mana bawa gayung dama shampo pikirnya.

"Kamu mau join sama aku nggak? "
"Join?  Mau bikin grup dangdut? "

Kunti menggeleng, bukan.

"Aku butuh bantuan buat menakut-nakuti anak gadis.  Biar mereka ga diculik sama Suami aku"

Susi, sebutan suster keramas mengangguk dengan penuh kelicikan.

"Baiklah, kebetulan aku sudah lama tak keramas.  Kita bisa cari kamar mandi di bangsal dan menakut-nakuti"

Mereka berdua ketawa-ketiwi jahat.

Orang-orang yang melintas langsung ngacir.
---
Uwo dan Charles berjalan menuju lorong rumah sakit. Tiba-tiba dia mendengar suara seretan di lantai. Srettt, srettt. Uwo dan Charles mencari-cari sumber suara itu. Walaaaa, seorang gadis: kayaknya.

Uwo dan Charles mendekati suster ngesot yang bersrett di lantai itu.

"Kau masih gadis atau sudah jandaaaaa?" tanya genderuwo.

"Kasih tau gak yaaa?" jawabnya.

"Baiklah. Lebih baik kita kenalan dulu. Aku uwo. Ini charles." Kata Uwo sambil salaman.

Charles diam saja sambil melempar senyum pada suster ngesot. Uwo yang disampingnya protes.
"Salaman dulu sama suster ngesot Cong."

"Tsahhh. Ini ikatan baju gue kencengggg bangetttt. Ntar musti ke salon dulu buat ngebenerinnya."

"Oh iya ya. Kamu kan pocong."

Uwo kegirangan karena berhasil menemukan seorang gadis.

Sementara Kunti dari kejauhan mulai meratap, suaranya menggelegar,  hingga membuat dokter operasi tanpa anestesi.

Depresi melihat Susi yang malah kepincut Charles, akhirnya Kunti berikrar akan mencari bayi gadis yang baru lahir.  Jangan sampai menjadi korban penculikan Uwo, suaminya.

Kunti terbang meninggalkan rumah sakit dan mulai menjalankan misinya.  Sampai sekarang.

Begitu pun Uwo, terus mencari tanpa ada rasa puas gadis-gadis.  Sementara itu, Charles dan Susi berkencan walau putus nyambung putus nyambung.  Karena Charles tak bisa membelai Susi, Susi pun tak bisa berdiri.  Tragis.  Mereka berdua terlihat seperti pasangan awkward, Charles kalau sedih bakal guling-guling di lantai, sedang Susi bakal keramas di bawah shower sambil minjem shampo yang punya kamar mandi.

Selesai.

Demikian kisah Genderuwo Untold, semoga bisa mencerahkan hari-hari mu.

Salam Absurd,

Doddy

&

Tutut